Minggu, 30 Oktober 2011

Pelestarian Lingkungan Hidup

Pelestarian Lingkungan Hidup Dalam Pembangunan Berkelanjutan

Latar Belakang
Masalah lingkungan hidup memang bukan persoalan salah satu negara saja, tetapi sudah menjadi tanggung jawab seluruh bangsa dan negara. Oleh karena itulah berbagai upaya dilakukan orang untuk mencegah tambah rusaknya lingkungan hidup. Seperti dengan diselenggarakannya KTT Bumi, Protokol Kiyoto, dlsb. Bahkan beberapa negara yang masih memanfaatkan bahan bakar fosil, berusaha mengurangi efek rumah kaca dengan menggunakan bahan bakar gas alam yang secara ekonomis sangat kompetitif bila dibandingkan dengan penggunaan minyak bumi atau batubara. Hanya sebenarnya gas alam juga tetap menimbulkan CO2, tetapi lebih sedikit bila dibandingkan dengan penggunaan minyak bumi dan batubara. Disamping itu pun gas alam juga menimbulkan methan selama proses penyediaannya, yang kesemua itu dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan. Dalam makalah ini akan membahas tentang masalah kerusakan lingkungan hidup di bumi, khususnya di Indonesia, berikut upaya penanggulangannya dan upaya terhapap pembangunan berkelanjutan.
Pembahasan / Isi
Melestarikan lingkungan hidup merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditunda lagi dan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau pemimpin negara saja, melainkan tanggung jawab setiap insan di bumi, dari balita sampai manula. Setiap orang harus melakukan usaha untuk menyelamatkan lingkungan hidup di sekitar kita sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. Sekecil apa pun usaha yang kita lakukan sangat besar manfaatnya bagi terwujudnya bumi yang layak huni bagi generasi anak cucu kita kelak.
Upaya pemerintah untuk mewujudkan kehidupan adil dan makmur bagi rakyatnya tanpa harus menimbulkan kerusakan lingkungan ditindaklanjuti dengan menyusun program pembangunan berkelanjutan yang sering disebut sebagai pembangunan berwawasan lingkungan.
Pembangunan berwawasan lingkungan adalah usaha meningkatkan kualitas manusia secara bertahap dengan memerhatikan faktor lingkungan. Pembangunan berwawasan lingkungan dikenal dengan nama Pembangunan Berkelanjutan. Konsep pembangunan berkelanjutan merupakan kesepakatan hasil KTT Bumi di Rio de Jeniro tahun 1992. Di dalamnya terkandung 2 gagasan penting,
yaitu:
a. Gagasan kebutuhan, khususnya kebutuhan pokok manusia untuk menopang hidup.
b. Gagasan keterbatasan, yaitu keterbatasan kemampuan lingkungan untuk memenuhi kebutuhan baik masa sekarang maupun masa yang akan datang.
Adapun ciri-ciri Pembangunan Berwawasan Lingkungan adalah sebagai berikut:
  • Menjamin pemerataan dan keadilan.
  • Menghargai keanekaragaman hayati.
  • Menggunakan pendekatan integratif.
  • Menggunakan pandangan jangka panjang.
Pada masa reformasi sekarang ini, pembangunan nasional dilaksanakan tidak lagi berdasarkan GBHN dan Propenas, tetapi berdasarkan UU No. 25 Tahun 2000, tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN).
Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional mempunyai tujuan di antaranya:
  • Menjamin tercapainya penggunaan sumber daya secara efisien, efektif, berkeadilan, dan berkelanjutan.
  • Mengoptimalkan partisipasi masyarakat. 
  • Menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan pengawasan.
1.   Upaya yang Dilakukan Pemerintah
       Pemerintah sebagai penanggung jawab terhadap kesejahteraan rakyatnya memiliki tanggung jawab besar dalam upaya memikirkan dan mewujudkan terbentuknya pelestarian lingkungan hidup. Hal-hal yang dilakukan pemerintah antara lain:
  • Mengeluarkan UU Pokok Agraria No. 5 Tahun 1960 yang mengatur tentang Tata Guna Tanah.
  • Menerbitkan UU No. 4 Tahun 1982, tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup.
  • Memberlakukan Peraturan Pemerintah RI No. 24 Tahun 1986, tentang AMDAL (Analisa Mengenai Dampak Lingkungan).
  • Pada tahun 1991, pemerintah membentuk Badan Pengendalian Lingkungan, dengan tujuan pokoknya:
1. Menanggulangi kasus pencemaran.
2. Mengawasi bahan berbahaya dan beracun (B3).
3. Melakukan penilaian analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL).
  • Pemerintah mencanangkan gerakan menanam sejuta pohon.
2.   Upaya Pelestarian Lingkungan Hidup oleh Masyarakat Bersama Pemerintah.
       Sebagai warga negara yang baik, masyarakat harus memiliki kepedulian yang tinggi terhadap upaya pelestarian lingkungan hidup di sekitarnya sesuai dengan kemampuan masing-masing. Beberapa upaya yang dapat dilakuklan masyarakat berkaitan dengan pelestarian lingkungan hidup antara lain:
Pelestarian tanah (tanah datar, lahan miring/perbukitan)
Terjadinya bencana tanah longsor dan banjir menunjukkan peristiwa yang berkaitan dengan masalah tanah. Banjir telah menyebabkan pengikisan lapisan tanah oleh aliran air yang disebut erosi yang berdampak pada hilangnya kesuburan tanah serta terkikisnya lapisan tanah dari permukaan bumi. Tanah longsor disebabkan karena tak ada lagi unsur yang menahan lapisan tanah pada tempatnya sehingga menimbulkan kerusakan. Jika hal tersebut dibiarkan terus berlangsung, maka bukan mustahil jika lingkungan berubah menjadi padang tandus. Upaya pelestarian tanah dapat dilakukan dengan cara menggalakkan kegiatan menanam pohon atau penghijauan kembali (reboisasi) terhadap tanah yang semula gundul. Untuk daerah perbukitan atau pegunungan yang posisi tanahnya miring perlu dibangun terasering atau sengkedan, sehingga mampu menghambat laju aliran air hujan.
Pelestarian Udara
Udara merupakan unsur vital bagi kehidupan, karena setiap organisme bernapas memerlukan udara. Kalian mengetahui bahwa dalam udara terkandung beranekaragam gas, salah satunya oksigen. Udara yang kotor karena debu atau pun asap sisa pembakaran menyebabkan kadar oksigen berkurang. Keadaan ini sangat membahayakan bagi kelangsungan hidup setiap organisme. Maka perlu diupayakan kiat-kiat untuk menjaga kesegaran udara lingkungan agar tetap bersih, segar, dan sehat. Upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga agar udara tetap bersih dan sehat antara lain:
  • Menggalakkan penanaman pohon atau pun tanaman hias di sekitar kita. Tanaman dapat menyerap gas-gas yang membahayakan bagi manusia. Tanaman mampu memproduksi oksigen melalui proses fotosintesis. Rusaknya hutan menyebabkan jutaan tanaman lenyap sehingga produksi oksigen bagi atmosfer jauh berkurang, di samping itu tumbuhan juga mengeluarkan uap air, sehingga kelembapan udara akan tetap terjaga.
  • Mengupayakan pengurangan emisi atau pembuangan gas sisa pembakaran, baik pembakaran hutan maupun pembakaran mesin. Asap yang keluar dari knalpot kendaraan dan cerobong asap merupakan penyumbang terbesar kotornya udara di perkotaan dan kawasan industri. Salah satu upaya pengurangan emisi gas berbahaya ke udara adalah dengan menggunakan bahan industri yang aman bagi lingkungan, serta pemasangan filter pada cerobong asap pabrik.
  • Mengurangi atau bahkan menghindari pemakaian gas kimia yang dapat merusak lapisan ozon di atmosfer. Gas freon yang digunakan untuk pendingin pada AC maupun kulkas serta dipergunakan di berbagai produk kosmetika, adalah gas yang dapat bersenyawa dengan gas ozon, sehingga mengakibatkan lapisan ozon menyusut. Lapisan ozon adalah lapisan di atmosfer yang berperan sebagai filter bagi bumi, karena mampu memantulkan kembali sinar ultraviolet ke luar angkasa yang dipancarkan oleh matahari. Sinar ultraviolet yang berlebihan akan merusakkan jaringan kulit dan menyebabkan meningkatnya suhu udara. Pemanasan global terjadi di antaranya karena makin menipisnya lapisan ozon di atmosfer.
Pelestarian Hutan
Eksploitasi hutan yang terus menerus berlangsung sejak dahulu hingga kini tanpa diimbangi dengan penanaman kembali, menyebabkan kawasan hutan menjadi rusak.
            Pembalakan liar yang dilakukan manusia merupakan salah satu penyebab utama terjadinya kerusakan hutan. Padahal hutan merupakan penopang kelestarian kehidupan di bumi, sebab hutan bukan hanya menyediakan bahan pangan maupun bahan produksi, melainkan juga penghasil oksigen, penahan lapisan tanah, dan menyimpan cadangan air.
Upaya yang dapat dilakukan untuk melestarikan hutan:
  • Reboisasi atau penanaman kembali hutan yang gundul.
  • Melarang pembabatan hutan secara sewenang-wenang.
  • Menerapkan sistem tebang pilih dalam menebang pohon.
  • Menerapkan sistem tebang–tanam dalam kegiatan penebangan hutan.
  • Menerapkan sanksi yang berat bagi mereka yang melanggar ketentuan mengenai pengelolaan hutan.
Pelestarian Laut dan Pantai  
Seperti halnya hutan, laut juga sebagai sumber daya alam potensial. Kerusakan biota laut dan pantai banyak disebabkan karena ulah manusia. Pengambilan pasir pantai, karang di laut, pengrusakan hutan bakau, merupakan kegatan-kegiatan manusia yang mengancam kelestarian laut dan pantai. Terjadinya abrasi yang mengancam kelestarian pantai disebabkan telah hilangnya hutan bakau di sekitar pantai yang merupakan pelindung alami terhadap gempuran ombak.
Adapun upaya untuk melestarikan laut dan pantai dapat dilakukan dengan cara:
  • Melakukan reklamasi pantai dengan menanam kembali tanaman bakau di areal sekitar pantai.
  • Melarang pengambilan batu karang yang ada di sekitar pantai maupun di dasar laut, karena karang merupakan habitat ikan dan tanaman laut.
  • Melarang pemakaian bahan peledak dan bahan kimia lainnya dalam mencari ikan.
  • Melarang pemakaian pukat harimau untuk mencari ikan.
Pelestarian Flora dan Fauna
       Kehidupan di bumi merupakan sistem ketergantungan antara manusia, hewan, tumbuhan, dan alam sekitarnya. Terputusnya salah satu mata rantai dari sistem tersebut akan mengakibatkan gangguan dalam kehidupan.
       Oleh karena itu, kelestarian flora dan fauna merupakan hal yang mutlak diperhatikan demi kelangsungan hidup manusia. Upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga kelestarian flora dan fauna di antaranya adalah:
  • Mendirikan cagar alam dan suaka margasatwa.
  • Melarang kegiatan perburuan liar.
  • Menggalakkan kegiatan penghijauan.

Peran Organisasi Sekolah dalam Upaya Pelestarian Lingkungan Hidup
      Upaya pelestarian lingkungan hidup adalah segala daya upaya manusia untuk melestarikan lingkungan dimana dia hidup. Upaya ini dilakukan dengan tujuan untuk menjamin kelangsungan hidup manusia itu sendiri, sebagai amanah dari Tuhan Yang Maha Esa, dalam peran manusia sebagai pemimpin di dunia, yang tentunya harus mengelola alam secara bijaksanan dan bertanggung jawab.
    Bila pernyataan ini betul-betul direalisasikan, maka menjadi langkah sangat maju bagi perkembangan dunia pendidikan di satu sisi dan pengelolaan lingkungan hidup di sisi yang lain. Sebab sebetulnya pendidikan dan pengelolaan lingkungan hidup merupakan dua komponen yang sangat berhubungan.
      Pendidikan sebagai salah satu aspek terpenting dalam kehidupan manusia, dimana dengan pendidikan maka pengetahuan dan karakter manusia terbentuk. Pendidikan pada dasarnya adalah proses pengenalan, pemahaman, dan penghayatan nilai-nilai kehidupan termasuk di dalamnya pengelolaan lingkungan hidup. Dan pengelolaan lingkungan hidup akan menjadi efektif bila didasarkan pada proses pendidikan yang benar.
    Dalam lingkungan pendidikan khususnya di sekolah terdapat kelompok-kelompok yang bergabung dalam organisasi-organisasi sekolah. Organisasi sekolah ini didirikan sebagai wadah siswa untuk berkomunikasi, berinteraksi, berapresiasi dan berprestasi, dalam kerangka pembelajaran hidup dan bermasyarakat.
       Dalam lingkungan SMA sederajat, terdapat sebuah organisasi siswa internal sekolah (OSIS) yang beranggotakan seluruh siswa. Di bawah koordinasi organisasi tersebut muncul organisasi-organisasi yang berbasis kegiatan ekstra kurikuler yang diselenggarakan oleh sekolah tersebut.
1.   Organisasi Sekolah
Organisasi sekolah adalah organisasi yang bernaung di bawah institusi pendidikan (sekolah) yang pelaksanaan kegiatannya dilaksanakan untuk mendukung kegiatan pendidikan di sekolah tersebut.
2.   Pelestarian Lingkungan
Pelestarian lingkungan adalah segala daya upaya manusia untuk melestarikan lingkungan di mana dia hidup. Kegiatan ini meliputi segala aspek yang berkaitan dengan penyadaran manusia tentang tanggung jawab terhadap lingkungannya.
3.   Keterkaitan Organisasi Sekolah dan Pelestarian Lingkungan
Organisasi sekolah adalah organisasi yang bernaung di bawah institusi pendidikan tentunya mempunyai kepentingan langsung dalam upaya pelestarian lingkungan, karena melalui organisasi sekolah maka pendidikan tentang kelestarian lingkungan bisa dilaksankan secara lebih efektif.
4.   Ketimpangan dalam orientasi kegiatan pendidikan
Dari beberapa kasus yang ditemui terdapat ketimpangan dalam orientasi pendidikan khususnya di lingkup sekolah. Contoh kasus yang terjadi adalah adanya kesulitan untuk perijinan dari sekolah untuk kegiatan petualangan. Kasus ini sebenarnya berakar dari konsep kegiatan yang terkesan lebih berorientasi pada aspek rekreatif dan kurang mengedepankan aspek edukatif..Padahal sesuai statusnya sebagai pelajar tentunya aspek edukatif seharusnya menjadi pondasi utama dalam desain kegiatannya. Dari sisi pendidik juga muncul persepsi yang mengatakan bahwa proses pendidikan dinyatakan berhasil dengan menggunakan parameter nilai ujian. Dari hal tersebut maka perlu diselaraskan antara orientasi kegiatan ekstra kurikuler siswa dan kegiatan Ko kurikuler yang diberlakukan oleh sekolah.
5.   Organisasi Pencinta Alam Sekolah.
Dengan keberaniannya menyandang nama sebagai "Pencinta Alam", organisasi ini tentunya dituntut lebih pro aktif sebagai pionir dalam upaya pelestarian lingkungan khususnya di lingkungan sekolah masing-masing, sebagai bukti kecintaannya kepada alam.
Hal ini bukan berarti organisasi ini yang paling bertanggung jawab dalam upaya pelestarian lingkungan di sekolah, tetapi juga tanggung jawab dari semua elemen di sekolah.
6.   Program kerja organisasi sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan
Upaya pelestarian lingkungan di sekolah dapat dituangkan dalam program kerja organisasi sekolah. Dari sekian banyak program yang dapat dilakukan, diantaranya adalah :
7.   Melaksanakan program-program kegiatan yang berbasis lingkungan
Kegiatan sosialisasi, penghijauan sekolah, program kebersihan lingkungan, dan. Pada prinsipnya, kegiatan yang dirancang tidaklah hanya sisi seremonial yang diutamakan, tetapi dijadikan sebagai sebuah budaya di lingkungan sekolah masing-masing, sehingga program ini harus dilaksanakan secara berkesinambungan dan dapat melibatkan seluruh elemen pendidikan di lingkungan sekolah.
8.   Mendesain kegiatan ekstra kurikuler yang selaras dengan kegiatan ko kurikuler
Bila kita melihat di daerah lain seperti halnya di lakukan oleh Pemda Manado dalam upaya untuk memasukkan kurikulum tentang pelestarian lingkungan dalam kurikulum pendidikannya, tentunya kita tidak bisa tinggal diam begitu saja. Banyak hal yang bisa kita lakukan dari hal yang terkecil untuk mengarah ke hal tersebut, salah satunya dengan membuat desain kegiatan yang mensinergiskan antara kegiatan ko kurikuler dan kegiatan ekstra kurikuler.
Desain yang dimaksud adalah :
  • Bentuk kegiatan yang lebih mengedepankan aspek edukatif daripada aspek rekreatif.
  • Kegiatan tersebut menjadi sebuah wahana untuk mengaplikasikan ilmu yang didapat dalam kegiatan ko kurikuler sebagai bentuk dukungan secara langsung terhadap kegiatan akademis.
  • Program kerja kegiatan yang disesuaikan dengan program kerja sekolah
  • Desain kegiatan yang mengarah kepada pengembangan prestasi
  • Adanya sistem perencanaan dan pelaporan secara tertulis dalam seluruh kegiatan yang dilaksanakan yang dikoordinasikan dengan pihak sekolah
  • Menyelenggarakan kegiatan yang relatif rendah biaya, tetapi mempunyai nilai efektivitas yang tinggi.
Kegiatan-kegiatan tersebut diatas didukung dengan pendanaan dari fakultas, dan bagi yang sedang melaksanakan tugas akhir dapat dijadikan sebagai bahan skripsi.

Peran Masyarakat dalam Pelestarian Lingkungan Hidup
Negara kita tengah giatnya menjalankan pembangunan baik secara fisik maupun non fisik. Pembangunan berkiblat pada kesejahtetraan dan kemajuan bangsa dan negara. Walau demikian tidak dapat dipungkiri bahwa dalam kenyataannya, banyak ditemukan hal-hal yang sangat kontras dengan tujuan mulia tersebut.
Dalam berbagai kesempatan para pemimpin bangsa kita selalu mendengungkan “pembangunan tanpa merusak”, artinya dalam pembangunan seyogyanya tidak hanya sekedar membuat, atau menciptakan segala sesuatu, berdasarkan keinginan namun harus lebih daripada itu yaitu berdasarkan kebutuhan. Oleh karena itu dalam pembangunan harus ada perencanaan yang matang, termasuk di dalamnya adalah dampaknya terhadap ekosistem yang ada di area pembangunan dan daerah sekitarnya, baik dalam jangka waktu pendek maupun jangka waktu panjang.
     Salah satu contoh yang menjadi keprihatinan semua kalangan adalah maraknya pembangunan mall-mall, super market, perumahan-perumahan yang terjadi di kota-kota besar. Para insvestor berlomba-lomba membeli lahan-lahan pertanian ataupun hutan-hutan untuk membangun berbagai fasilitas yang dapat menambah “tebalnya” kantong para pemilik uang dengan dalih demi pembangunan. Tidak jarang praktek-praktek pembebasan tanah ini merupakan suatu “awal” dari penderitaan masyarakat miskin yang “nota bene” pemilik tanah yang sah.
Contoh di atas hanyalah salah satu ketimpangan yang pada hakekatnya akan mengganggu ekosistem lingkungan yang ada. Masyarakat yang tergusur, karena posisinya yang “kalah” akhirnya memilih untuk menempati bedeng-bedeng di bantaran sungai. Mereka tinggal berdesak-desakkan di dalam gubuk-gubuk liar hanya sekedar untuk mempertahankan hidup. Keberadaan gubuk-gubuk liar tersebut lambat laun mengganggu ekosistem sungai. Penduduk membuang sampah ke dalam sungai, limbah rumah tangga maupun limbah home industry memenuhi sungai, sehingga sungai yang semula bersih dan menjadi tempat tinggal ikan-ikan yang dapat dikonsumsi, berubah menjadi kotor berbau, karena tumpukan sampah yang menggunung dan banyak spesies ikan yang punah.
Hal di atas merupakan akibat yang menimpa masyarakat miskin, dan akibat yang muncul bagi para “the have” pun tak kalah dahsyatnya. Di atas bekas lahan pertanian penduduk, kini berdiri gedung-gedung bertingkat pencakar langit, kota tidak memiliki ruang resapan air, karena semua tanah di aspal dan dibeton. Akibatnya bahaya banjir menjadi momok yang mengganggu penghuninya sepanjang tahun bahkan sepanjang kehidupan mereka bila tetap bermukim di tempat tersebut.
Pentingnya Kesadaran akan Relasi Fungsional Antara Manusia Dengan Alam
Suatu ekosistem yang ada dalam habitat tertentu, memiliki hubungan yang sangat erat antara satu dengan yang lainnya. Disitulah terjadi siklus hidup dan rantai makanan. Kita semua tahu bahwa antara mahkluk hidup dan zat pengurai pun memiliki sifat ketergantungan antara satu dengan lainnya. Dan siklus ini tidak dapat diputus karena bila hal tersebut terjadi maka akan mengubah sistem yang ada dalam ekosistem tersebut.
Contoh yang nyata adalah bila sampah-sampah yang mengandung zat kimia dibuang ke dalam sungai maka akan mematikan zat-zat pengurai dalam sungai. Hal ini menyebabkan proses penguraian tidak terjadi dan akibat lanjutnya adalah sampah semakin hari semakin menumpuk dan menimbulkan penyakit dan banjir.
Contoh di atas  menunjukkan bahwa dalam kehidupan, manusia membutuhkan suatu tata lingkungan hidup yang stabil dan mapan. Dalam asas ekologi, terdapat beberapa hal yang perlu diketahui :
  • Asas saling tergantung (principle of independence), pada asas ini menunjukkan bahwa antara manusia dengan lingukungan (flora dan fauna) memiliki ketergantungan antara satu dengan lainnya.
  • Asas perubahan (principle of change), bahwa di dunia ini tidak ada yang tetap. Artinya selalu terjadi perubahan dalam kehidupan di dunia ini. Dan manusia dalam kehidupannya selalu beradaptasi dengan lingkungan hidupnya.
  • Asas evolusi (principle of evolution) bahwa manusia akan selalu mengalami evolusi (perubahan secara lambat dan pasti). Ketiga asas di atas memberikan input bagi kita untuk secara bijaksana mengelola lingkungan alam. Upapa pembangunan yang dilaksanakan hendaknya selalu memperhatikan kelestarian sumber daya alam yang ada. Indonesia mendapat gelar sebagai salah satu negara “paru-paru dunia”. Hal tersebut terjadi karena kekayaan alam yang berlimpah, hutan yang maha luas, walau semakin hari semakin tinggal kenangan. Semasa di bangku Sekolah Dasar, penulis terkagum-kagum ketika mendengarkan cerita Pak Guru tentang betapa luasnya hutan rimba Kalimantan. Pohon-pohonnya tinggi menjulang dengan diameter yang sungguh luar biasa lebarnya. Cerita ini tetap tersimpan dalam hati hingga dewasa. Cerita masa kecil yang begitu menawan, ternyata hanya menjadi sebuah dongeng yang indah.
    Ketika penulis memiliki kesempatan untuk mengunjungi pulau Borneo, kenyataan sangat bertentangan dengan khayalan masa kecil tersebut. Waktu menunjukkan pukul 05.00 Wita, KM Sirimau memasuki Pelabuhan Batu Licin, Kalimantan, penulis hanya terkesima memandang tonggak-tonggak kayu yang berdiri membisu di tepi pantai bak patung-patung yang belum selesai dibangun pemahatnya. Pertemuan antara laut dan sungai pun terlihat begitu kontras, laut yang begitu jernih keperakan ditimpa fajar, membentuk garis berbuih dengan tepi berwarna coklat berasal dari air sungai yang berlumpur. Sungguh mengenaskan, pemandangan yang terpatri di depan mata. Ternyata hutan yang rimbun dan luas tersebut telah habis termakan tangan-tangan serakah. Dalih pembangunan telah memakan korban, pohon-pohon yang ditebang menjadi sumber duit bagi mereka yang memiliki “kekuasaan dan uang”, tapi sumber petaka bagi masyarakat sekitar yang hanya bertindak sebagai penonton tidak berdaya. Masyarakat menikmati bahaya banjir dan akibat buruk lainnya, sementara “sang pemilik uang” tersenyum lebar menikmati hasil jarahannya. Sungguh ironis.
    Bila setiap manusia memiliki pengertian yang bijak tentang ketiga asas di atas maka kisah pilu di pulau Borneo tersebut tidak akan pernah terjadi. Sumber daya alam perlu dipertahankan kelestariannya demi terciptanya stabilitas lingkungan dan alam. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga adanya keseimbangan kehidupan bagi generasi-generasi selanjutnya.
Peranan Masyarakat
Pemerintah mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan pembalakan liar, dan pembatasan penggunaan sumber daya alam. Semuanya berkiblat pada pelestarian lingkungan dan pencegahan bahaya yang ditimbulkan dari perbuatan yang mengganggu ekosistem lingkungan dan keseimbangan alam. Dalam pelaksanaannya, pemerintah bekerjasama dengan instansi-instansi terkait dan semua stakeholder yang peduli dengan masalah lingkungan. Upaya-upaya pembersihan sungai, pantai, penanaman kembali pohon-pohon di tepi pantai, gerakan menanam seribu pohon, usaha mendaur ulang sampah, pencegahan pembalakan liar, dan upaya lainnya dilakukan secara berkesinambungan. Walau demikian, peranan masyarakat sangat menunjang semua upaya pemerintah tersebut. Masyarakat yang bersentuhan secara langsung dengan lingkungan memiliki peran yang besar dalam pelestarian alam. Untuk itu maka masyarakat pun perlu mendapat pengetahuan dan pemahaman yang sama tentang pentingnya menjaga kelestarian alam. Beberapa langkah konkret yang dapat dilakukan oleh dinas terkait bagi masyarakat agar lebih dapat berperan dalam pelestarian lingkungan, antara lain :
  • Mengadakan penyuluhan tentang pentingnya menjaga lingkungan dan pelestarian alam di tingkat kecamatan hingga RT.
  • Memberikan pelatihan tentang cara-cara mendaur ulang sampah bagi masyarakat.
  • Memberikan pelatihan-pelatihan tentang mendaur ulang barang bekas menjadi barang-barang kreatif dan berguna, untuk mengurangi sampah sekaligus menambah penghasilan masyarakat.
  • Memberikan pinjaman lunak bagi Usaha Kecil dan Menengah dalam rangka memotivasi masyarakat untuk mengembangkan usaha secara lebih berkembang dan mandiri. Hal ini dapat mengurangi angka pengangguran, dan menanggulangi terjadinya tindakan kriminalitas akibat dari kurangnya lapangan pekerjaan dan ketrampilan.
  • Memberikan reward (hadiah) atau perhatian khusus dengan memberikan tunjangan secara finansial bagi masyarakat yang berkecimpung di bidang pelestarian lingkungan sehingga mereka semakin termotivasi dalam usaha yang telah dijalankannya.
  • Memberikan punishment (hukuman) yang sesuai berdasarkan peraturan perundang-undangan bagi masyarakat yang berupaya merusak lingkungan.
    Beberapa langkah tersebut di atas, hanyalah beberapa alternatif yang dapat digunakan dalam upaya pelestarian lingkungan yang berkesinambungan. Semua upaya tersebut, membutuhkan komitmen yang serius oleh semua pihak demi terciptanya keseimbangan lingkungan dan terpeliharanya ekosistem yang stabil.
    Dan pada akhirnya dapat menanggulangi dampak buruk yang dapat terjadi sehingga terciptalah kehidupan yang damai, aman, dan sejahtera akibat dari suatu harmoni yang selaras antara manusia dan lingkungan hidupnya.
Konsep Lingkungan Hidup
(Menurut Prof. Dr. Emil Salim)
Lingkungan Hidup adalah segala benda dan kondisi yang ada dalam ruang yang kita tempati dan mempengaruhi hal-hal yang hidup termasuk kehidupan manusia.

Menurut UU No.4 Tahun 1982 tentang pokok-pokok pengelolaan Lingkungan Hidup, jumto UU No. 23 Tahun 1997, Pasal I bahwa lingkungan adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan dan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk lainnya.

(Menurut Prof.Dr.Otto Soemarwoto)
Lingkungan adalah jumlah semua benda dan kondisi yang ada dalam ruang kita tempati yang mempengaruhi kehidupan kita.

KOMPONEN-KOMPONEN EKOSISTEM
Di dalam lingkungan terdapat hidup terdapat tiga komponen ekosistem, yaitu :
  • Unsur Fisik (abiotik)
Unsur fisik yang terdapat didalam lingkungan hidup terdiri atas tanah, air, sinar mathari, senyawa kimia, dan sebagainya.fungsi unsure fisik didalam lingkungan sebagai media untuk berlangsungnya kehidupan. Sebagai contoh air dioperlukan oleh semua makhluk hidup untuk mengalirkan zat-zat makanan dan matahari merupakan energi utama untuk bergerak atau berubah.
  • Unsur Hayati (biotic)
Unsur hayati dalam lingkungan hidup terdiri atas semua makhluk hidup yang terdapat di bumi, mulai dari tingkat yang paling rendah sampai ke tingkat tinggi, mulai dari bentuk yang paling kecil hingga yang paling besar.sebagai contohnya adalah manusia, hewan, tumbuhan dan jasad renik.
  • Unsur Budaya
Disamping lingkungan fisik alamiah, manusia juga memiliki lingkungan lain sebagai pelengkap kehidupan yang disebut dengan lingkungan budaya. Lingkunga budaya merupakan abtraksi yang berwujud nilai, norma, gagasan dan konsep dalam memahami dan menginterpretasikan lingkungan.
Pembangunan
upaya untuk meningkatkan kualitas hidup secara bertahap dengan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki negara secara bijaksana.
Menurut Rostow , Pembangunan adalah tranformasi suatu masyarakat tradisional menjadi masyarakat modern yang lebih produktif.
Rostow membagi pembangunan menjadi empat tahapan yaitu :
1. Masyarakat tradisional ( the traditional society) ciri-cirinya:
  • Cara produksi masih primitive.
  • Tingkat produktifitas masih rendah khususnya bidang pertanian.
  • Kegiatan politik dan pemerintahan masih rendah berada pada tuan tanah
2. Tahap Prasyarat Lepas Landas ( The pra condition for take off) ciri-cirinya:
  • Masa transisi masyarakat mempersiapkan untuk mencapai pertumbuhan atas kekuatan sendiri.
3. Tahap lepas landas (the take off) ciri-cirinya:
  • Pertumbuhan ekonomi selalu terjadi, adanya kemajuan pasar dan terbukanya pasar-pasar baru.
4. Tahap menuju kedewasaan ( the drive to maturity) ciri-cirinya:
  • Kondisi masyarakat sudah secara efektif mengunakan teknologi modern di hampir semua kegiatan produksi dan kekayaan alam.
  • Struktur dan keahlian para pekerja bertambah tinggi.
  • Struktur dan keahlian para tenaga kerja mengalami perubahan di mana sector industri semakin penting sementara sector pertanian menurun.
Konsep Pembangunan berwawasan Lingkungan.
Pembangunan berwawasan lingkungan merupakan upaya sadar dan terencana yang memadukan unsur lingkungan hidup termasuk sumberdaya kedalam proses pembangunan.
Sumber daya yang mendukung pembangunan antara lain :
  • sumber daya alam.yaitu air, tanah, udara.
  • sumber daya manusia.
  • ilmu pengetahuan dan teknologi.
Ciri-ciri pembangunan berwawasan lingkungan :
  • Menjamin pemerataan dan keadilan.
  • Menghargai keanekaragaman hayati.
  • Menggunakan pendekatan integratif
  • Menggunakan pandangan jangka panjang.

Konsep Pembangunan Berkelanjutan
Pembangunan berkelanjutan adalah pembangunan yang memenuhi kebutuhan kita sekarang tanpa mengurangi kemampuan generasi yang akan datang untuk memenuhi kebutuhan mereka.
Dalam pembangunan berkelanjutan perlu dilakukan berbagai upaya :
  • Menyatukan persepsi tentang pelestarian.
  • Menstabilkan populasi bumi baik di darat maupun di laut.
  • Melanjutkan mengamankan penggunaan sumber daya.
  • Menggunakan sumber daya secara efisien dan tidak membahayakan biosfer.
  • Mengembangkan dan menerapkan teknologi maju untuk mendukung pengelolaan dan pengembangan lingkungan.
  • Mendukung program ekonomi baru yang memiliki strategi yang berkelanjutan dalam pengelolaan sumber daya dan pengembangan lingkungan.

Pembangunan berkelanjutan tidak saja berkonsentrasi pada isu-isu lingkungan. Lebih luas daripada itu, pembangunan berkelanjutan mencakup tiga lingkup kebijakan: pembangunan ekonomi, pembangunan sosial dan perlindungan lingkungan. Dokumen-dokumen PBB, terutama dokumen hasil World Summit 2005 menyebut ketiga hal dimensi tersebut saling terkait dan merupakan pilar pendorong bagi pembangunan berkelanjutan.
Skema pembangunan berkelanjutan: pada titik temu tiga pilar tersebut, Deklarasi Universal Keberagaman Budaya (UNESCO, 2001) lebih jauh menggali konsep pembangunan berkelanjutan dengan menyebutkan bahwa “…keragaman budaya penting bagi manusia sebagaimana pentingnya keragaman hayati bagi alam”. Dengan demikian “pembangunan tidak hanya dipahami sebagai pembangunan ekonomi, namun juga sebagai alat untuk mencapai kepuasan intelektual, emosional, moral, dan spiritual”. dalam pandangan ini, keragaman budaya merupakan kebijakan keempat dari lingkup kebijakan pembangunan berkelanjutan.
Konsep lingkungan hidup menurut UNCC
Dalam pembicaraan mengenai perubahan iklim, Cina setuju membuka dialog menghadapi berakhirnya Kyoto Protokol. Dialog-dialog ini diharapakan dapat memberi kemajuan konferensi UNCC (United Nation Climate Conference) yang berlangsung di Bali pada Desember 2007.
Arti Penting Lingkungan Dalam Kehidupan
(Lingkungan sebagai tempat tinggal).
Setiap makhluk hidupakan bertempat tinggal didalam lingkungan tempat mereka berada. Makhluk hidup akan selalu berkelompok dengan jenisnya masing-masing.
Didalam lingkungan terdapat beberapa tingkatan makhluk hidup diantaranya :
  • Individu : makhluk hidup tunggal
  • Populasi : kumpulan individu yang sejenis yang hidup pada suatu daerah tertentu.
  • Komunitas : kumpulan populasi yang hidup pada suatu daerah tetentu.
  • Ekosistem : kumpulan komunitas yang berinteraksi dengan lingkungannya dan membentuk suatu system.
 (Lingkungan sebagai tempat mencari makan).
Keseimbangan lingkungan atau ekosistem akan terjadi jika rantai makanan, jarring makanan, dan piramida makanan tepat. Rantai makanan dalam suatu lingkungan. Pada dasarnya tiap-tiap komponen dalam lingkunga hidup dapat dikatakan sebagai “ satu untuk yang lain’. Contoh rumput dimakan rusa dan rusa dimakan harimau dan seterusnya.

Skema rantai makanan dalam suatu lingkungan.
Kerusakan Lingkungan akibat Pembangunan
kerusakan lingkungan akibat proses alam
Letusan Gunung Api
Gunung berapi Mahameru atau Semeru di belakang. Latar depan adalah kaldera Bromo, Jawa Timur, Indonesia. letusan gunung berapi dapat berakibat buruk terhadap margasatwa lokal, dan juga manusia. Letusan gunung api merupakn aktivitas keluarnya magama yang samapai ke permukaan bumi. Magma adalah lelehan batuan yang bersifat panas yang berada didalam kerak atau selubung bumi.
Akibat yang ditimbulkan oleh letusan gunung api ini adalah :
  • letusan gunung api dapat melemparkan material padat yang terdapat didalamnya seperti batuan, kerikil, dan pasir padat dapat menimpa perumahan, lahan pertanian, hutan dan sebagainya.
  • Hujan vulkanik menyebabkan tergangunya pernapasan dan pemandangan.
  • Lava panas yang meleleh dapat merusak bahkan mematikan apa saja yang dilaluinya.
  • Awan panas dapat menewaskan makhluk hidup yang dilaluinya.
  • Aliran lahar dapat menyebabkan pendangkalan sungai.
  • Gas yang mengandung racun dapat mengancam keselamatan makhluk hidup disekitar gunung api.

Gempa Bumi
Sebagian jalan layang yang runtuh akibat gempa bumi Loma Prieta pada tahun 1989. Gempa bumi disebabkan oleh perlepasan energi regasan elastis batuan pada litosfer. Teori terjadinya gempa adalah pergeseran sesar. Sesar merupakan permukaan dimana tubuh batuan patah dan bergeser. Akibat yang ditimbulkan oleh gempa bumi :
  • tanah yang merekah menyebabkan jalan raya putus.
  • Dapat menyebabkan terjadinya tanah longsor.
  • Mengakibatkan bangunan roboh.
  • Dapat terjadinya banjir sebagai akibat dari rusaknya tanggul bendungan.
  • Gempa didasar laut dapat mengakibatkan tsunami.

Badai Sinklon
sinklon : tekanan udara rendah berupa angin topan atau badai. Tipe badai sinklon berdasarkan jenisnya yaitu :
  • sinklon gelombang. Biasanya terjadi didaerah lintang sedang dan lintang tinggi denga kekuatan dari mulai yang lemah sampai yang kuat, sehingga sangat merusak lingkungan yang dilaluinya.
  • Sinklon tropic biasanya terjadi dipermukaan laut dengan kekuatan mulai dari yang sedang sampai dengan yang sangat kuat.
  • Tornado merupakan sinklon yang hebat dari angina yang kuat.

Kerusakan Lingkungan akibat Aktivitas Manusia.

(Kerusakan hutan).
  • Secara rinci hutan berfungsi sebagai berikut : Produksi hasil hutan seperti kayu dan rotan.
  • Mengatur keberadaan air dimuka bumi.
  • Mengatur kesuburan tanah.
  • Mengatur unsure-unsur klimatologis seperti : hujan suhu, panas matahari, angina, dan kelembaban.
  • Penampung fauna dan flora bumi.
Bentuk kerusakan hutan yang diakibatkan oleh kegiatan manusia :
  • Pencemaran sumber daya hutan secara berlebihan.
  • Pengalihfungsian hutan menjadi laha pertanian pemukiman atau kegiatan penambangan.
Akibat yang ditimbulkan karena kerusakan hutan antara lain :
  • Punahnya berbagai jenis hewan dan tumbuhan.
  • Terjadinya perubahan iklim.
  • Terjadinya kekeringan pada musim kemarau dan banjir pada musim hujan.
  • Terjadi lahan kritis.
Pencemaran Limbah Padat
Limbah padat biasanya kita kenal dengan sampah. Akibat yang ditimbulkan :
  • Sebagai tempat hidup dan berkembang biak binatang pembawa penyakit.
  • Mengandung bibit penyakit.
  • Mengandung bahan kimia beracun yang membahayakan kesehatan.
  • Dapat menyumbat aliran air.
  • Menyebarkan bau yang tidak enak.
  • Dapat menyebabkan rusaknya jembatan dan pipa air karena korosif.
Lingkungan hidup yang serasi dan seimbang merupakan unsur penentu suatu bangsa. Suatu Negara wajib menjaga dan melestarikan lingkungan hidup untuk dimanfaatkan dalam memenuhi kepentingan bersama. Beberapa contoh pemanfaatan lingkungan hidup diantaranya : Air digunakan untuk keperluan minum, memasak dan lainnya.
Lingkungan digunakan untuk industri seperti industri air minum, industri pupuk organic, dan industri minyak bumi.

Pemanfaatan Lingkungan Hidup Yang Mencerminkan Pembangunan Berkelanjutan
Pemanfaatan yang berdasarkan prinsip ekoefisiensi. Prinsip ini merupakan penerapan suatu manajemen yang memadukan efisiensi ekonomi dan efisiensi lingkungan. Ekoefisien merupakan penggunaan barang secara tepat dan berguna untuk memenuhi kebutuhan penduduk.

Kesimpulan
Bumi sebagai tempat tinggal makhluk hidup memiliki peran yang sangat penting untuk kelangsungan hidup, kerusakan yang terjadi khususnya dibumi merupakan akibat gejala-gejala alam yang terjadi dan juga hasil dari ulah manusia itu sendiri.
Berbagai upaya penanggulangan yang dilakukan oleh pemerintah dan juga warga Negara harus lebih digalakkan agar tidak semakin parah akibat yang ditimbulkannya.

Solusi
Jadi, ada baiknya mulai dari sekarang ini kita memperhatikan tempat kita bernaung selama kita hidup di dunia ini yaitu Bumi. Panjang pendeknya umur bumi ini tergantung pada kita sebagai makhluk ciptaan ALLAH SWT untuk merawat, menjaga, dan tidak merusak lingkungan dan alam sekitarnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar